Tanam Jagung, Bukan Hanya Urusan Pangan
Bekasi, (8/1) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian merupakan langkah preventif dalam mengatasi masalah sosial seperti kemiskinan, pengangguran, hingga potensi kejahatan. Penegasan ini disampaikan saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 di Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1/2026).
“Kami ingin menyampaikan swasembada jagung jangan kita lihat berdiri sendiri. Swasembada jagung menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, menurunkan pengangguran,” ujar Mentan Amran.
Pertanian sebagai Upaya Preventif
Menurut Mentan, keberhasilan swasembada komoditas serealia, khususnya jagung, berdampak langsung pada stabilitas sosial. Dengan terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan di hulu (pedesaan), potensi perilaku menyimpang di hilir dapat ditekan secara signifikan.
“Kalau tiga-tiganya ini terjadi, ini sama dengan preventif untuk mencegah kejahatan. Jadi kita cegat di hulu, bukan di hilir. Bukan setelah dia berbuat kejahatan. Ini adalah operasi bagian mencegah kejahatan, mengurangi kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan yang hasilnya nanti mengurangi kejahatan,” tegasnya.
Capaian Produksi dan Kesiapan Ekspor
Lonjakan produksi jagung nasional dalam setahun terakhir menunjukkan hasil konkret dari kebijakan percepatan tanam. Berdasarkan data BPS, produksi jagung pipilan kering (JPK-KA14%) sepanjang 2025 mencapai 16,11 juta ton, naik 6,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Hasilnya luar biasa. Bapak Presiden apresiasi kemarin. Hasilnya meningkat sampai 20 persen pada semester pertama di tahun 2025, dengan total produksi Januari–Desember 16,11 juta ton,” jelas Mentan Amran.
Melihat ketersediaan lahan seluas 700 ribu hektare yang siap panen, Mentan optimistis Indonesia akan segera memasuki pasar ekspor. “Kami hitung tadi totalnya 700 ribu hektare. Kalau dikali 5 ton saja, itu 3,5 juta ton setengah. Kita siap-siap ekspor, dan Bulog dari sekarang harus siap untuk serapannya,” tambahnya.
Proyeksi Awal Tahun 2026
Penguatan produksi jagung nasional diprediksi terus berlanjut. Potensi produksi pada periode Januari–Februari 2026 diperkirakan mencapai 3,14 juta ton dengan luas panen sekitar 0,53 juta hektare. Hal ini memperkuat komitmen pemerintah untuk menjadikan jagung bukan sekadar komoditas pangan, melainkan solusi strategis bagi kesejahteraan dan ketertiban sosial nasional.
Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".
Artikel ini bersumber pada Kementerian Pertanian